Hari ini adalah hari kepindahanku ke Ohio dikarenakan aku kuliah di salah satu universitas disini. Aku tahu pasti biaya hidup disini sangat beda dengan Indiana, dan aku juga berpikir bahwa harga apartmen di kota ini juga tergolong mahal, sebab itu aku memutuskan untuk menyewa rumah bersama dua temanku yaitu Robert dan James, yah mereka ini temanku waktu SMP, kebetulan mereka juga kuliah di tempat yang sama dengaku. Mendapat rumah yang layak huni dengan biaya sewa murah sangatlah sulit, kami harus berkeliling pinggir kota beberapa lama, hingga akhirnya kami menemukan rumah yang disewakan. Rumah itu dekat sebuah Kebun yang tidak terlalu luas dan disamping kiri dan kanan berupa rumah rumah, yah seperti sebuah perumahan biasa. Dapat dengan jelas oleh kami kalau rumah itu disewakan murah dikarenakan bangunanya lebih sederhana dari bangunan disekitarnya.
Setelah kami mengurus semua biaya sewa kami membawa semua barang kami ke rumah itu, didalamnya terdapat 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Karna hanya ada 2 kamar tidur kami memutuskan untuk membuang undi, dan akhirnya james harus tidur di ruang depan setiap malam, entah aku harus senang atau sedih, hahaha. Aku memilih kamar yang paling depan karena aku paling tidak suka dengan kamar yang berdekatan dengan kamar mandi seperti kamar kedua, yah tapi Robert tidak terlalu merisaukan hal itu. Aku masuk kamarku dan memberesi barang barangku, tidak ada yang istimewa dari kamar ini yang hanya terdiri dari 1 tempat tidur, lampu dan sebuah lubang yang di langit langit yang sengaja dibuat untuk dapat dimasuki jika saja ada atap bocor.
Malam setelah selesai mandi aku bergegas tidur, tidurku kurang nyenyak untuk hari pertama, yah biasa lah hari pertama dirumah baru dan juga yang mengganggu tidurku adalah suara langkah kaki tikus di balik langi langit kamarku. Aku tidak takut dengan tikus jadi bukan masalah bagiku, namun dari hari kehari suara itu tambah terdengar jelas dan anehnya suara itu selalu berhenti diatas tempat tidurku. Hal itu selalu terjadi setiap malam tapi aku selalu mengacuhkanya, sampai suatu malam. Aku baru saja mau tidur, Robert dan James sudah tidur lebih dahulu, baru saja mau menutup mata aku melihat seperti jari tapi sangat kurus dan hitam seperti ranting mencengkram sisi dari lubang persegi dilangit langit, jari kelihatan bergerak, aku ketakutan setengah mati, aku lari dan membangunkan dua temanku, aku bercerita bahwa ada orang bersembunyi di balik langit langit, mereka mengeceknya tapi ternyata tidak ada apa apa disana, mereka marah kepadaku untuk tidak membuat lelucon di malam selarut itu
Aku yakin bahwa aku melihat tangan di lubang langit langit itu. Beberapa hari berikutnya aku tidur seperti biasa, aku berusaha melupakan kejadian itu, memang sulit tapi cukup berhasil karena aku masih bisa tidur dengan nyenyak. Suara langkah tikus yang ada membuatku sedikit takut setelah kejadian itu. Tapi suatu malam yang tidak akan pernah aku lupakan, waktu itu aku sedang iseng ingin melihat lubang persegi karena teringat kejadian kejadian itu, baru saja aku menatap atas, aku melihat dua buah mata yang menatapku, aku tidak bisa melihat bagaimana rupa orang itu karna kulitnya hampir sama gelapnya dengan gelapnya cahaya di balik langit langit itu. Aku melihat gigi orang itu yang saat dia menyeringai, warna hitam kemerahan dan seperti taring yang panjang melengkung tidak beraturan, aku sadar dia bukan manusia, dia seperti monster atau apalah yang dapat kau deskripsikan dari cerita diatas. Aku berlari keluar kamar dan berteriak kepada Robert dan James, mareka lari karena kaget dengan teriakanku. Aku menceritakan kejadian itu dan mereka sepakat akan menghajarku jika aku berbohong lagi dan saat diperiksa makhluk itu tidak ada disana. Mereka marah kepada tapi aku berusaha meyakinkan mereka, tapi akhirnya aku harus merelakan kamarku untuk ditiduri James, tapi siapa juga yang mau tidur dikamar itu lagi.
Aku tidur di ruang depan, tapi tidak bisa, aku masih ketakutan setengah mati karena kejadian tadi, aku mencoba tidur lagi, baru saja nyawaku mau pergi kedalam tidurku, aku terbangun lagi, makhluk itu disana, disudut ruangan yang remang remang, aku melihat bagaimama jari jarinya yang kurus berkuku panjang yg benkok, giginya mencuat dari mulutnya, makhluk itu berambut sampai bawah tapi sangat tipis, aku dapat melihat kulit kepalanya, berpostur bungkuk tapi kepalanya masih menyentuh langit langit, aku sadar ternyata selama ini dia dikamarku, suara itu bukan dari balik langit langit, tapi ada dibawahnya, dikamarku bersamaku. Makhluk itu menyeringai kepadaku dan mengeluarkan suara yang kutebak adalah tawanya, suaranya, aku tidak bisa menjelaskanya, suara itu sangat menakutkan, dia berjalan medekatiku, kepalanya menyentuh langi langit dan mengepurkan suara yng dulu kupikir suara langkah kaki tikus, setelah meliha makhluk itu aku tidak ingat apa apa lagi, aku pingsan.

0 komentar:
Posting Komentar